-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Puncak Sedekah Bumi Desa winong Kidul, Merawat Adat Jawa Lewat Kirab Budaya

Minggu, 17 Mei 2026 | Mei 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-17T16:47:07Z

 

Kirab Budaya Desa Winong Kidul

PATI – Ribuan masyarakat Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, tumpah ruah memadati sepanjang jalanan desa pada Minggu (17/05/2026). Kehadiran massa yang begitu antusias ini dalam rangka menyemarakkan Kirab Budaya Karnaval yang menjadi acara pamungkas dari rangkaian tradisi Sedekah Bumi desa setempat.


Rangkaian perayaan ungkapan rasa syukur ini sejatinya telah bergulir cukup panjang, yakni sejak tanggal 1 Mei 2026 lalu. Sebelum memasuki acara puncak, pihak panitia telah sukses menggelar berbagai kegiatan, mulai dari turnamen bola voli kompetitif antar-RT hingga beragam perlombaan rakyat yang menghibur.


Memasuki hari terakhir, panitia sengaja menyajikan kirab budaya sebagai penutup yang megah dan berkesan bagi warga. Kirab budaya berupa karnaval keliling desa ini dirancang untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam satu momentum perayaan adat yang sakral sekaligus meriah.

Budaya Jawa Di terapkan Saat Karnaval Desa Pekalongan Winong kidul 

Ketua Panitia Sedekah Bumi Desa Pekalongan, winong kidul. Ryan Hidayat, menjelaskan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan karnaval ini adalah sebagai media edukasi kultural. Pihaknya berkomitmen penuh untuk terus memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.


"Pada intinya kami ingin mengenalkan budaya-budaya Indonesia kepada masyarakat, sehingga dalam pawai ini kami berupaya mengambil dan menampilkan tema yang terbaik," ujar Ryan di sela-sela kesibukannya memimpin jalannya acara, "Melalui momentum sedekah bumi ini, pihak panitia dan pemuda desa ingin menunjukkan aksi nyata dalam merawat warisan leluhur. 


Mereka berharap nilai-nilai luhur kebudayaan nasional tidak luntur dan tetap eksis di tengah gempuran modernisasi.


"Ini adalah langkah konkret kami untuk mewujudkan visi melestarikan adat Jawa sekaligus menjaga kelestarian kebudayaan yang ada di Indonesia agar tidak punah," tambah Ryan menegaskan tujuan mulia di balik tema karnaval tahun ini.


Selain kental dengan nuansa adat dan budaya, sisi religiusitas juga menjadi fondasi penting dalam tradisi Sedekah Bumi di Desa Pekalongan. Salah satunya diwujudkan melalui gelaran pengajian umum yang bertempat di Mushola Makam Waliullah atau yang akrab dikenal warga sebagai Makam Toro.


Kemeriahan kirab budaya kali ini benar-benar terasa optimal berkat partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan pantauan, seluruh warga dari tiap-tiap Rukun Tetangga (RT) serta berbagai lembaga pendidikan di Desa Pekalongan turut andil menjadi peserta karnaval.

Untuk menyemarakkan suasana parade, para peserta tampak kreatif dengan mengarak sedikitnya 13 gunungan yang berisi hasil bumi berukuran besar. Kemeriahan visual tersebut kian lengkap dengan dentuman musik dari 9 unit maskapai sound system ( Horeg) yang dibawa oleh beberapa RT guna mengiringi sepanjang rute kirab.


Agenda tahunan yang menyedot perhatian publik ini juga mendapat atensi positif dari jajaran pimpinan wilayah. Terlihat hadir di lokasi acara untuk menyaksikan langsung sekaligus memastikan keamanan, di antaranya adalah Camat Winong, Kapolsek dan jajaranya,  Ndanramel Dan Jajaranya.


Sebagai penutup, Ryan Hidayat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga yang telah menjaga ketertiban selama acara. Ia berharap kekompakan ini terus terjaga, dan pelaksanaan Sedekah Bumi di tahun-tahun mendatang bisa dikemas jauh lebih meriah dan penuh semangat.pungkasnya.



(Rn/Red).

×
Berita Terbaru Update