-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sedekah Bumi Desa Wegil: Simbol Syukur, Gotong Royong, dan Pelestarian Sejarah

Kamis, 14 Mei 2026 | Mei 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-14T13:17:55Z

 

Dok//mediasuarakita.com 

PATI - Pemerintah Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, kembali menggelar tradisi tahunan sedekah bumi pada Kamis (14/5/2026). Perayaan ini berlangsung sangat meriah, menyedot perhatian ratusan warga yang datang dari berbagai pelosok desa untuk ikut serta dalam perhelatan budaya tersebut.

Bagi masyarakat setempat, sedekah bumi bukan sekadar rutinitas kalender, melainkan bentuk manifestasi rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mereka bersyukur atas melimpahnya hasil panen serta keberkahan usaha yang telah dinikmati selama setahun terakhir.

Selain aspek spiritual, tradisi ini memiliki fungsi sosial yang sangat kuat sebagai perekat hubungan antarwarga. Di tengah kesibukan modernitas, sedekah bumi menjadi ajang berkumpul untuk mempererat kerukunan dan membangun kebersamaan yang lebih harmonis di lingkungan Desa Wegil.

Kepala Desa Wegil, Heri Prayitno, dalam sambutannya menekankan bahwa momentum ini adalah waktu yang tepat bagi masyarakat untuk bersatu dalam doa. Ia berharap melalui doa bersama ini, kehidupan warga di masa depan akan menjadi jauh lebih baik dan penuh keberkahan.

“Alhamdulillah, hari ini warga Wegil melaksanakan sedekah bumi dengan lancar. Intinya kegiatan ini adalah ungkapan syukur agar para petani hasilnya semakin makmur, yang bekerja diberi kesuksesan, dan para pedagang jualannya laris,” ungkap Heri dengan penuh optimisme.

Salah satu ciri khas yang paling menonjol dalam perayaan tahun ini adalah tradisi pemotongan kerbau. Menariknya, hewan kurban tersebut dibeli menggunakan dana hasil iuran swadaya masyarakat secara sukarela, yang menunjukkan kemandirian ekonomi desa.

Warga masyarakat desa wegel sangat antusias untuk berdo'a bersama.

Prosesi pemotongan kerbau ini menjadi simbol nyata dari semangat gotong royong yang masih terjaga erat di Desa Wegil. Warga bahu-membahu memberikan kontribusi terbaik mereka demi terselenggaranya tradisi yang menjadi identitas dan kebanggaan desa tersebut.

Tak hanya ritual adat, suasana desa semakin semarak dengan hadirnya hiburan wayang kulit. Pertunjukan seni tradisional ini menghadirkan dalang ternama asal Kudus, Ki Bayu Koplak, yang dikenal dengan gaya pementasannya yang atraktif dan menghibur.

Antusiasme warga terlihat sangat luar biasa saat menyaksikan pementasan wayang tersebut. Lokasi acara tampak dipadati oleh penonton dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, yang tetap bertahan menikmati lakon hingga larut malam.

Di sela-sela kemeriahan acara, seorang warga senior bernama Karyono membagikan wawasan mengenai sejarah Desa Wegil. Ia mengisahkan bahwa desa ini memiliki akar sejarah yang kuat dan berkaitan erat dengan masa kejayaan Kerajaan Pajang di masa lampau.

Karyono menceritakan bahwa secara geografis, permukiman warga dahulu berada di wilayah utara. Namun, karena lokasi tersebut sering dilanda musibah banjir, warga akhirnya memutuskan untuk bergeser ke arah selatan demi mencari tempat tinggal yang lebih aman.

Dalam narasi sejarahnya, ia juga menyinggung keterkaitan desa dengan tokoh Soreng Rangkut, utusan Aryo Penangsang. Pelarian Soreng Rangkut ke arah timur setelah sebuah peristiwa besar membawa jejak sejarah yang kini tertanam kuat menjadi asal-usul nama Desa Wegil.


(Gibas).

×
Berita Terbaru Update