-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Chandra: Meron Bukan Sekadar Tradisi Sukolilo, Ini Warisan Budaya Pati

Kamis, 27 Agustus 2026 | Agustus 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-27T23:49:32Z

 

Dok//mediasuarakita.com 

PATI – Tradisi Meron Sukolilo kembali mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pati. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa Meron bukan sekadar tradisi masyarakat Desa Sukolilo, melainkan bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Pati yang harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.


Pernyataan tersebut disampaikan Chandra saat menghadiri Tradisi Meron Desa Sukolilo 2026 di Halaman Masjid Baitul Yaqin Sukolilo, Kamis (27/8/2026). Ia menilai Meron memiliki nilai sejarah, budaya, dan sosial yang kuat sehingga perlu mendapat perhatian serta dukungan bersama.


“Acara Meron bukan hanya acara Desa Sukolilo, melainkan acara adat Kabupaten Pati yang harus kita lestarikan bersama untuk anak cucu kita,” kata Chandra.


Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pati akan terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Tradisi Meron pada tahun-tahun berikutnya. Selain menjaga kelestarian budaya, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui tumbuhnya aktivitas UMKM di sekitar lokasi acara.


“Meron harus terus kita selenggarakan dengan meriah. Selain menjaga budaya, kegiatan seperti ini juga memberikan efek domino bagi masyarakat, termasuk mendorong UMKM untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.


Chandra menjelaskan, Desa Sukolilo memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan dan perjalanan budaya masyarakat Pati. Tradisi Meron yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para leluhur dan pejuang yang memiliki kaitan dengan sejarah daerah tersebut.


“Tempat ini adalah tempat yang mulia. Dahulu para pejuang dalam pertempuran Mataram datang ke Sukolilo dan bertepatan dengan Maulid Nabi. Dari sejarah itulah kemudian lahir Tradisi Meron,” tuturnya.


Ia menambahkan, keberlangsungan budaya sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Karena itu, Pemkab Pati mendorong anak-anak muda untuk mengenal, mencintai, dan ikut terlibat dalam berbagai kegiatan seni dan budaya daerah, salah satunya melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).


Chandra juga menilai keberadaan museum sangat penting sebagai sarana bagi generasi muda untuk mempelajari sejarah dan kebudayaan Kabupaten Pati. Menurutnya, museum dapat menjadi ruang edukasi agar generasi penerus lebih mengenal akar sejarah daerahnya.


“Bagaimana anak-anak muda bisa mencintai budaya dan Pati kalau tidak ada museum untuk belajar sejarah Pati?” kata Chandra. Ia menyebut Menteri Kebudayaan telah memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan museum di Kabupaten Pati.


Lebih lanjut, Chandra menegaskan bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan masyarakat. Ia berharap berbagai kegiatan budaya di Kabupaten Pati dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah.


“Seni dan budaya adalah alat pemersatu bangsa. Karena itu, tujuan kita adalah membudayakan seni di Kabupaten Pati,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi seluruh rangkaian Tradisi Meron Sukolilo 2026 yang telah berlangsung sejak 20 Agustus hingga puncak acara, serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mewariskan tradisi tersebut kepada generasi berikutnya.

(Red).

×
Berita Terbaru Update