-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tradisi Sedekah Bumi Pantirejo Kembali Digelar dengan Penuh Kemeriahan

Sabtu, 02 Mei 2026 | Mei 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-02T12:04:28Z
Dok//mediasuarakita.com 

PATI - Desa Pantirejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, kembali menghidupkan tradisi leluhur melalui gelaran Sedekah Bumi yang berlangsung meriah pada Sabtu (2/5/2026). Perayaan tahun ini terasa sangat istimewa karena melibatkan seluruh lapisan masyarakat yang tampak tumpah ruah memadati lokasi acara sejak pagi hari.

Momen ini menjadi titik balik yang sangat dinantikan oleh warga setempat. Pasalnya, kegiatan adat yang menjadi simbol kerukunan ini sempat ditiadakan pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga kerinduan masyarakat akan kemeriahan budaya begitu terasa dalam pelaksanaan kali ini.

Suasana desa menjadi sangat hidup dengan kehadiran lima unit sound horeg yang menggelegar mengiringi jalannya karnaval. Dentuman musik dan dekorasi kreatif peserta pawai berhasil menciptakan atmosfer kegembiraan yang menyatukan semangat warga di sepanjang rute perayaan.

Tidak hanya soal hiburan, karnaval ini juga menampilkan gunungan hasil bumi yang disusun dengan estetika tinggi. Gunungan tersebut melambangkan rasa syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta atas kelimpahan hasil panen dan rezeki yang diterima oleh masyarakat Pantirejo selama setahun terakhir.

Kepala Desa Pantirejo, Marhendryex Sam Wijaya, menegaskan bahwa esensi utama dari perayaan ini bukan sekadar kemeriahan visual. Ia menjelaskan bahwa Sedekah Bumi adalah wadah untuk merawat nilai-nilai kebersamaan dan menjaga akar tradisi agar tetap kokoh di tengah arus modernisasi.

Setelah kemeriahan karnaval usai, rangkaian acara akan berlanjut pada Minggu sore dengan agenda selamatan khusus bagi ibu-ibu Fatayat. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang doa bersama sekaligus sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga perempuan di lingkungan desa.

Memasuki Minggu malam, suasana akan beralih menjadi lebih khidmat dengan diadakannya kegiatan mujahadah bagi kaum bapak. Agenda religi ini diharapkan dapat memberikan ketenangan batin serta memperkuat kualitas spiritual masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Marhendryex menitipkan pesan persatuan kepada seluruh warganya agar tetap menjaga kondusivitas. Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila terdapat gesekan atau ketidaknyamanan yang muncul selama berlangsungnya rangkaian acara yang padat tersebut.

Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan, warga akan disuguhkan pertunjukan Ketoprak pada hari Senin. Pemilihan kesenian tradisional ini merupakan langkah nyata pemerintah desa dalam upaya melestarikan budaya lokal agar tetap dicintai oleh generasi muda.

Kepala Desa juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan acara ini. Antusiasme tinggi yang ditunjukkan warga membuktikan bahwa semangat kebersamaan di Desa Pantirejo masih sangat kuat dalam menjaga warisan leluhur.



(Red).

×
Berita Terbaru Update