-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Chandra: Sekolah Rakyat Pati Lampaui Ekspektasi

Jumat, 19 Juni 2026 | Juni 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-20T01:59:35Z

 

Dok//mediasuarakita.com 

PATI – Program Sekolah Rakyat Kabupaten Pati terbukti sukses membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak‑anak dari keluarga kurang mampu atau kelompok desil 1. Hal ini ditegaskan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat acara Open House peringatan satu tahun berjalannya program di Aula Sentra Margo Laras Pati, Jumat (19/6/2026).

 

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran unsur Forkopimda, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DinsosP3AKB), para camat se‑Kabupaten Pati, beserta seluruh siswa Sekolah Rakyat. Dalam sambutannya, Chandra mengapresiasi perkembangan program yang ternyata berjalan melampaui harapan awal pemerintah daerah.

 

Ia menekankan bahwa kualitas pembelajaran, kelengkapan sarana, hingga pemenuhan kebutuhan dasar siswa berjalan sangat baik sejak pertama kali diluncurkan. Semua unsur tersebut disusun sedemikian rupa agar menciptakan suasana belajar yang nyaman dan mendukung prestasi peserta didik.

 

“Program ini sangat luar biasa. Tadi saya sudah melihat langsung ruang‑ruang kelasnya. Kondisinya bersih, fasilitas lengkap, dan kamar mandinya pun terawat bersih,” ujar Chandra setelah meninjau asrama serta ruang kegiatan belajar mengajar.

 

Selain fasilitas fisik yang memadai, perhatian besar juga diberikan pada kesejahteraan harian siswa. Chandra menjelaskan setiap anak dijamin mendapat makan lengkap tiga kali sehari ditambah camilan, sehingga mereka merasa betah seolah berada di lingkungan rumah sendiri.

 

Sekolah Rakyat menerapkan pola pendidikan utuh atau holistik yang menggabungkan pembelajaran formal, pemenuhan gizi seimbang, serta pembinaan karakter yang kuat. Ini wujud nyata komitmen pemerintah mewujudkan kesetaraan bagi anak‑anak dari keluarga kurang beruntung.

 

“Ini kesempatan berharga bagi adik‑adik kita yang masuk kategori desil 1. Mereka berhak mendapat kesempatan sama meraih masa depan cerah layaknya anak‑anak lainnya,” ujarnya penuh semangat.

 

Keberhasilan program tampak dari tingginya antusiasme masyarakat mendaftarkan anaknya. Data terbaru mencatat, kuota jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah terisi penuh oleh 190 siswa.

 

Kondisi serupa terjadi pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), di mana daya tampung sebanyak 90 siswa juga sudah terpenuhi seluruhnya. Hal ini membuktikan tingginya kepercayaan publik terhadap kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

 

“Sementara jenjang Sekolah Dasar (SD) masih tersisa sekitar 30 kursi kosong. Hal ini terjadi karena sebagian orang tua masih mempertimbangkan kesiapan mental anak usia dini tinggal dalam sistem asrama,” jelas Chandra.

 

Dari sisi akademik, mutu pembelajaran dijamin setara bahkan melengkapi standar sekolah umum. Selain mengikuti kurikulum nasional, siswa diperkuat pendidikan agama dan kegiatan pengembangan diri setiap sore hari. “Anak‑anak sudah terbiasa berbahasa Inggris dan Arab. Materi tidak tertinggal, usai jam sekolah ada bimbingan agama serta kegiatan positif lain,” tambahnya.

 

Sebagai perluasan layanan, pemerintah kini mempercepat persiapan cabang baru Sekolah Rakyat di Kecamatan Tlogowungu. Pembangunan fisik tercatat mencapai 85 persen. “Selasa depan kami tinjau langsung lokasi itu untuk menentukan jadwal buka. Kapasitasnya dirancang jauh lebih besar dari tempat sekarang,” pungkasnya. Melalui peringatan satu tahun ini, pemerintah berharap pemahaman masyarakat makin luas, sehingga pemerataan pendidikan berkualitas, berkarakter, dan inklusif di seluruh Pati semakin cepat terwujud.

(Red) 

×
Berita Terbaru Update