![]() |
| Dok//mediasuarakita.com |
PATI – Gerakan Jalan Lurus (GJL) secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap langkah besar yang diambil Presiden Prabowo Subianto. Di bawah komando Riyanta, organisasi ini siap mengawal kebijakan pembentukan berbagai Satuan Tugas khusus guna membersihkan negara dari berbagai bentuk kejahatan yang merugikan bangsa.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung oleh Riyanta di hadapan ratusan anggotanya yang memadati Kantor Pusat GJL di Desa Winong, Kecamatan Pati, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memantapkan konsolidasi internal organisasi dalam merespons dinamika politik nasional.
Dalam kesempatan itu, Riyanta menegaskan pentingnya loyalitas dan konsistensi seluruh kader GJL untuk tetap berdiri teguh mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Sikap ini bukan diambil tanpa pertimbangan, melainkan didasari oleh pengamatan mendalam terhadap keseriusan nyata yang ditunjukkan pemerintah dalam menegakkan aturan hukum.
“Sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki pandangan tersendiri terhadap situasi politik, kami berkomitmen untuk konsisten mendukung arah kebijakan pemerintah,” ujar Riyanta dengan tegas di hadapan para peserta rapat.
Selain penegakan hukum, salah satu poin krusial yang menjadi sorotan utama adalah kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah maraknya kritik serta desakan dari berbagai kalangan yang meminta program ini dihentikan, GJL justru mengambil sikap sebaliknya.
Riyanta menilai program MBG bukan sekadar janji kampanye, melainkan visi strategis jangka panjang yang wajib diwujudkan. Sebagai kepala negara, Presiden Prabowo memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk melaksanakan apa yang telah diamanahkan kepada rakyat.
“Ketika ini menjadi perbincangan utama, kami melihat bahwa program Makan Bergizi Gratis adalah bagian dari visi presiden yang harus dijalankan sesuai janji politiknya,” tambah Riyanta, yang juga mantan anggota DPR-RI, dengan nada optimis.
Masih lanjut, Riyanta menyampaikan apresiasi tinggi atas keberanian Presiden Prabowo dalam memimpin pemberantasan korupsi. Langkah hukum yang diambil dinilai sangat objektif dan tidak pandang bulu, bahkan hingga menyentuh lingkaran kekuasaan terdekat sekalipun.
Ketegasan ini terbukti nyata lewat penangkapan sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Kepala Badan Gizi Nasional serta oknum dari partai pengusungnya sendiri. Bagi GJL, tindakan tegas Komisi Pemberantasan Korupsi yang didukung penuh oleh Presiden menjadi sinyal kuat bahwa masa kekebalan hukum bagi siapa saja, tanpa terkecuali, telah berakhir.
“Saya melihat ada keseriusan luar biasa dari Bapak Prabowo untuk memperbaiki negeri ini. Meskipun kita harus jujur mengakui realita bahwa belum ada satu pun kekuatan politik yang sepenuhnya bersih dari cela,” tegas Riyanta secara terus terang.
Ia juga menambahkan bahwa penertiban tidak hanya menyasar sektor sipil dan politik, tetapi juga merambah ke dalam tubuh institusi penegak hukum. Terlibatnya oknum TNI dan Polri dalam sejumlah kasus hukum belakangan ini justru menjadi bukti nyata bahwa reformasi birokrasi sedang berjalan di jalur yang benar.
“Kita telah menyaksikan penangkapan Kepala Badan Gizi Nasional, diikuti dengan kasus yang melibatkan oknum TNI maupun Polri. Ini adalah bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” pungkasnya, yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh anggota yang hadir.
(Red).
