Batik Pati Fashion Street Diharapkan Bisa Tingkatkan Kecintaan Milenial pada Batik Khas Daerah

media suara kita
0

 


Pati-mediasuarakita.com - Dalam rangka memperkenalkan batik Pati lebih meluas di kalangan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pati, Minggu (8/10), menggelar “Batik Pati Fashion Street“ di Alun-Alun Pati. 


Selain diikuti oleh puluhan model yang mengenakan batik khas Pati, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, Forkopimda Pati serta beberapa Kepala OPD Kabupaten Pati. 


Menurut Henggar, Batik Fashion Street Kabupaten Pati merupakan sebuah pagelaran busana yang menampilkan beragam batik khas Pati dari berbagai pengrajin di wilayah Kabupaten Pati. 


"Tentunya dalam setiap kreasi ini memiliki makna dan filosofi yang sangat mendalam dari motif batik yang dikenakan", ujarnya. 


Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pati Faisa Henggar mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan batik Pati. "Bukan hanya di kalangan orang tua saja, namun bagaimana nantinya batik Pati dapat dicintai oleh kawula muda", tuturnya. 


Faisa juga mengungkapkan bahwa selama ini batik dicap sebagai busana yang hanya dipakai oleh orang tua, busana yang dipakai oleh para pegawai ataupun busana yang dipakai untuk kondangan. 


"Maka pada kesempatan ini kami akan memperkenalkan busana batik kepada kaum milenial supaya para pemuda-pemudi di wilayah Pati lebih menyukai busana batik”, tambah Faisa Henggar.


Ia pun mengajak kaum milenial khususnya di Kabupaten Pati agar senantiasa mencintai batik Pati, sehingga produk lokal ini makin dikenal luas bukan hanya di Pati saja, namun bisa juga ke tingkat nasional bahkan internasional.


“Saya ucapkan terima kasih kepada 33 Industri Kecil Menengah (IKM) Batik, yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini", ujar Faisa.


Sementara itu, Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro pun menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti keseriusan Pemkab _nguri-uri_ budaya.


Henggar menjelaskan, keberadaan batik ini juga telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage).


“Kita tahu bahwa di Kabupaten Pati banyak sekali sentra batik yang saat ini dikembangkan, sehingga ini patut kita dorong dan dukung sehingga batik khas dari Kabupaten Pati akan semakin dikenal di tingkat provinsi maupun nasional”, tutur Pj Bupati. 


Henggar juga mengapresiasi kaum milenial yang saat ini telah banyak menggunakan baik sebagai busana yang dipakai pada setiap kesempatan dan kegiatan di luar rumah.


"Pengunjung sangat antusias, apalagi kegiatan ini dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) yang dilaksanakan pada minggu kedua dan keempat setiap bulannya", terang Pj Bupati. 


Usai mengikuti fashion show, Henggar bersama rombongan dan tamu undangan pun berkesempatan meninjau beberapa stand batik tulis yang ada di lokasi tersebut. 


Ketua Dekranasda Kabupaten Pati Faisa Henggar bahkan menyempatkan diri belajar membatik bersama anak-anak yang berada di kawasan Alun-alun Pati tersebut. (rn)

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)