![]() |
| Dok//mediasuarakita.com |
PATI — Momentum Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 tidak hanya menjadi perayaan atas perjalanan panjang daerah, tetapi juga dinilai sebagai kesempatan strategis untuk semakin memperkuat dan memajukan kesenian serta kebudayaan lokal.
Hal tersebut menjadi perhatian Komisi D DPRD Kabupaten Pati, yang mendorong agar rangkaian kegiatan Hari Jadi Pati ke-703 dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya para pelaku seni dan budaya, untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Salah satu agenda yang turut menyemarakkan rangkaian perayaan tersebut adalah Road To Kilau Raya Pati yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di Alun-Alun Pati.
Gelaran tersebut menghadirkan sederet artis nasional, di antaranya Irfan Hakim, The Virgin, Bagindas, Gilga Sahid, 3 Biduan Top, Shepin Nisa, Limbad, serta Prigel Pangayu.
Kehadiran panggung hiburan berskala nasional tersebut diharapkan tidak hanya memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga dapat berjalan beriringan dengan upaya pemerintah daerah dalam memberikan ruang yang lebih luas bagi kesenian dan kebudayaan lokal.
![]() |
| Teguh Bandang Waluyo DPRD Pati Komisi D |
Komisi D DPRD Pati menilai kemajuan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan daerah dalam menjaga identitas, tradisi, seni, dan budaya yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat Pati.
"Karena itu, momentum Hari Jadi Pati ke-703 dinilai tepat untuk semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku seni, komunitas budaya, generasi muda, serta seluruh elemen masyarakat," ujar Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, Kamis (13/08/26)
Panggung-panggung hiburan dan kebudayaan diharapkan tidak hanya menghadirkan artis dari luar daerah, tetapi juga memberikan kesempatan yang proporsional kepada seniman lokal untuk tampil, berkarya, dan mendapatkan apresiasi.
"Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya regenerasi agar kesenian tradisional maupun seni kreasi masyarakat Pati tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman," imbuhnya.
Di sisi lain, berkembangnya sektor kesenian dan kebudayaan juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian masyarakat. Berbagai pertunjukan seni, festival budaya, hingga kegiatan kreatif dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Road To Kilau Raya Pati sendiri diharapkan menjadi salah satu momentum yang mampu mempertemukan unsur hiburan, kebersamaan masyarakat, ekonomi kreatif, dan semangat perayaan Hari Jadi Pati ke-703 serta HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Alun-Alun Pati nantinya akan menjadi pusat kemeriahan. Ribuan masyarakat diperkirakan akan hadir untuk menikmati penampilan para artis nasional sekaligus menyaksikan semangat kebersamaan dalam memperingati dua momentum penting tersebut.
Bagi Komisi D DPRD Pati, kemeriahan Hari Jadi Pati bukan semata tentang seberapa besar sebuah acara digelar, melainkan bagaimana momentum tersebut mampu meninggalkan manfaat bagi masyarakat dan memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas serta kebudayaan lokal.
"Hari Jadi Pati ke-703 diharapkan menjadi momentum untuk terus melangkah maju tanpa meninggalkan akar budaya. Kesenian dan kebudayaan lokal harus tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Pati di tengah derasnya perkembangan zaman," pungkasnya.
(Red).

