![]() |
| Dok//mediasuarakita.com |
KEBUMEN – Sebanyak 839 prajurit TNI Angkatan Darat resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah menuntaskan seluruh rangkaian Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Upacara penutupan pendidikan secara resmi dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., di Secata Rindam IV/Diponegoro, Gombong, Kabupaten Kebumen, pada Rabu (9/9/2026).
Dalam amanat yang dibacakan, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah titik akhir perjalanan pendidikan, melainkan gerbang awal pengabdian yang panjang dan penuh tanggung jawab sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.
Para prajurit baru ini diproyeksikan untuk mendukung pengembangan Satuan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) yang tersebar di berbagai kabupaten. Penempatan ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan daerah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan dan daerah rawan.
Selama dua bulan terakhir, para siswa telah mengikuti pendidikan intensif yang disusun secara sistematis. Materi pendidikan dirancang untuk membentuk pola pikir, sikap, dan tindakan yang sepenuhnya selaras dengan norma serta jati diri prajurit TNI AD, yang berpedoman teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
Para prajurit muda diharapkan tidak berhenti belajar setelah lulus. Mereka diminta untuk terus mengasah kemampuan teknik dan taktik militer yang telah diperoleh selama pendidikan, agar dapat menjalankan tugas dengan profesional dan penuh tanggung jawab di satuan masing-masing.
Kasad juga memberikan empat penekanan khusus kepada para prajurit yang baru saja dilantik. Mereka diminta memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan diri, mengasah naluri militer, menjaga disiplin setinggi-tingginya, serta mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki.
Di tengah prosesi penutupan, prestasi para siswa juga mendapat apresiasi tinggi. Tiga siswa terbaik berhasil menonjol: Juara pertama diraih Amri Muhammad Dzaki, putra Rokhidi Setiawan, seorang karyawan produksi kursi mebel asal Kabupaten Banyumas. Posisi kedua ditempati Evan Erlangga, putra Edi Budiyanto, seorang petani bawang merah dari Kabupaten Brebes. Sementara itu, Bimo Dwi Nugroho, putra Alm Nur Arifin, seorang wiraswasta asal Kabupaten Jepara, meraih posisi ketiga.
Prestasi ketiga siswa ini menjadi bukti nyata bahwa jajaran prajurit TNI AD lahir dari berbagai latar belakang keluarga dan profesi. Dari lingkungan pekerja mebel hingga keluarga petani, semangat, kedisiplinan, dan kerja keras terbukti menjadi bekal utama untuk menapaki kehidupan sebagai prajurit negara.
Penutupan Dikmata Gelombang II TA 2026 di Secata Rindam IV/Diponegoro sekaligus menandai dimulainya babak baru bagi para prajurit muda. Setelah menuntaskan pendidikan dasar keprajuritan, mereka kini siap ditempatkan dan menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara dengan membawa nama baik TNI Angkatan Darat.
(Red,).
